Jangan Terlalu Khawatir. Lakukan 12 Hal Ini Untuk Melatih Anak Bicara

Semua orang tua pasti ingin buah hatinya memiliki perkembangan bicara yang normal. Normal berarti sesuai dengan umurnya. Kalau Bunda merasa anak terlambat bicara (speech delay), jangan terlalu khawatir. Mari cari tahu apa saja yang memengaruhi perkembangan bicara anak dan bagaimana cara melatih anak bicara.

melatih anak bicara

Semua orang tua pasti ingin buah hatinya memiliki perkembangan bicara yang normal. Normal berarti sesuai dengan umurnya. Kalau Bunda merasa anak terlambat bicara (speech delay), jangan terlalu khawatir. Mari cari tahu apa saja yang memengaruhi perkembangan bicara anak dan bagaimana cara melatih anak bicara. 

Usia batita adalah usia emas untuk pertumbuhan anak. Dia akan meniru apa pun yang dilihat, dan didengarnya. Selama Bunda sudah memberi dukungan yang cukup pada anak, kemungkinan semuanya akan berjalan normal. 

Sebelum kita membahas cara melatih anak bicara, yuk kita lihat dulu bagaimana tahap perkembangan bicara anak sesuai usianya. 

Tahap Berbicara Anak. 

Berdasarkan pertambahan usia, perkembangan bicara anak terbagi dalam 5 tahap.
  • Di mulai dari usia 2 bulan, anak mulai mengoceh, bergumam dan mengeluarkan suara yang tidak beraturan. Ini sekaligus juga melatih suara dan pernapasannya. 
  • Dilanjutkan usia 5-10 bulan. Suaranya mulai terstrukur, sudah bisa menyebutkan kata vokal A,I, U,E, O. 
  • Di usia 1 tahun, anak  sudah bisa mengucapkan kata pertamanya walau kedengarannya masih kurang jelas. Pada usia ini, anak sudah menunjukkan ketertarikan untuk berkomunikasi. Siap-siap takjub ya Bun, karena si kecil akan mengucapkan kata pertamanya di usia ini. 
  • Masuk usia 2 tahun, anak sudah bisa mengucapkan 2 kata sederhana walau terdengarnya masih kurang jelas atau biasa disebut cadel. Misalnya: 'mau susu', yang terdengar: au cucu, mau makan terdengar au mam. Tapi Bunda sudah mulai mengerti apa yang diucapkannya. 
  • Di usia 3 tahun, kemampuan berbicaranya semakin matang. Anak sangat aktif berkomunikasi. bahkan kesannya cerewet. Ini normal sekali. 
Dia mulai mengeksplor apa yang dia lihat dan dengar. Kemudian belajar mengungkapkannya melalui kata-kata. Pengucapannya masih belum sempurna.Tapi sudah jauh berkembang. Penyerapan bahasanya semakin sempurna. Siap-siap menjawab semua pertanyaannya dengan sabar ya Bun. 

melatih anak bicara

Itulah gambaran umum perkembangan kemampuan bicara anak berdasarkan usia nya. Tapi ini bukan sesuatu yang mutlak. Bisa berbeda-beda pada setiap anak, tergantung faktor-faktor lain yang memengaruhi.

Hal Yang Memengaruhi Perkembangan Bicara Anak.

Kemampuan bicara pada anak bukan sesuatu hal yang sifatnya genetis atau diturunkan sejak lahir. Ini akan berkembang sejalan dengan pertambahan usia. Tapi walau usia nya sama, perkembangan pada tiap anak bisa jadi berbeda-beda. 

Berikut ini hal yang memengaruhi perkembangan bicara anak:

  • Kecerdasan Anak.

Tingkat intelektual seorang bayi masih sangat lemah. Tapi seiring dengan pertambahan usia, kemampuan berpikirnya mulai berkembang. Ini memengaruhi kemampuan bicaranya juga. 

Tapi anak yang bicaranya terlambat  bukan berarti intelektualnya kurang, atau bodoh loh. Bisa jadi pemicunya adalah faktor lain. 
  • Kondisi Fisik.
Kondisi fisik juga turut memengaruhi. Rangsangan untuk mengeluarkan suara akan muncul karena sebelumnya anak pernah mendengar suara. Jika pendengarannya tidak sempurna, kemampuan berbicaranya akan terganggu. 
  • Jenis Kelamin.
Sebelum usia 2 tahun, tidak tampak perbedaan perkembangan bicara antara anak laki-laki dan perempuan. Tapi setelah 2 tahun, anak perempuan cenderung lebih aktif dan lebih "cerewet" dibanding anak lelaki. Sehingga perkembangannya lebih cepat. 

  • Kondisi Lingkungan Sosial.

Manusia adalah makhluk sosial yang butuh berkomunikasi dengan orang lain. Begitu juga dengan anak-anak. Faktor ini sangat banyak pengaruhnya dalam perkembangan bahasanya.. 

Anak yang tinggal di kota dan  yang di desa terpencil pasti memiliki perbendaharaan kata yang berbeda. Anak yang disekitarnya banyak teman bermain seusianya dibanding dengan yang jarang bermain, biasanya perkembangannya berbeda. 

Yang paling utama adalah  Ayah dan Bunda  sebagai orang pertama yang berkomunikasi dengannya sejak lahir.  
Lingkungan sosial yang paling utama yang memengaruhi tentu saja keluarga, khususnya ayah dan ibu. 

Jika anak terlambat bicara, bisa jadi karena kurang rangsangan dari orang-orang disekitarnya. Jika orang-orang disekitarnya pasif untuk mengajak anak ngobrol, lebih sering membiarkannya bermain sendiri, menonton televisi sendiri, maka ada kemungkinan anak mengalami terlambat bicara. 


melatih anak bicara

Baca juga ulasan tentang ini:

12 Cara Melatih Anak Bicara.

Kita sudah tahu bagaimana perkembangan bicara yang normal pada anak berdasarkan usianya. Kita juga sudah membahas hal apa saja yang memengaruhi perkembangan bicara anak. 

Jangan anggap sepele dengan speech delay. Anak yang mengalami ini emosinya sering turun naik, mudah marah dan kesal karena apa yang dirasakan dan dipikirkannya tidak dimengerti oleh orang dewasa. 

Ternyata, sering mengajak anak bicara juga adalah salah satu cara membangun kedekatan dengan si kecil. Jadi selalu sediakan waktu untuk bicara dengan anak ya. 

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melatih anak bicara:

1. Si kecil lagi cerita? Yuk dengarkan Bun.

Ada yang pernah kesal karena terus menerus diberi pertanyaan yang sama oleh si kecil? Mungkin karena kesal, Bunda spontan berkata:  "Ihh.. kamu dari tadi nanya terus. Cukup dong Dek nanya nya. Bunda kan lagi repot".

Hmm.. kesal itu manusiawi kok Bun. Mungkin Bunda lagi capek dan repot. Tapi coba pahami kenapa anak melakukan itu. Pahami bahwa itulah tahap perkembangan alami seorang anak. Seperti disebutkan di atas, usia 3 tahun anak sedang aktif-aktifnya mengeksplor bahasa. Dia akan sering mengulang-ulang pertanyaan yang sama. Pokoknya cerewet to the max. 

Memotong pembicaraan dan melarangnya malah akan menghambat perkembangan bicaranya. Anak senang didengarkan. Beri perhatian yang cukup ketika dia berbicara. Respon setiap kalimat yang diucapkannya dan biarkan dia tahu bahwa Bunda mendengarkannya. 

2. Ajak bermain peran.

Bermain peran (pretend play) turut melatih kemampuan bicara anak. Ini akan mendorongnya  aktif berkomunikasi. Coba ajak main dokter-dokteran. Anak berperan sebagai dokter dan Bunda sebagai pasien, atau sebaliknya. Dengan bahasa sederhana, beritahu apa saja yang dilakukan seorang dokter. Minta pendapatnya. Dengan begitu, anak akan dirangsang untuk bicara lebih banyak

3. Dampingi saat menonton televisi.

Bunda tahu apa tayangan favorit si kecil? Masih ingat kapan terakhir menemaninya nonton televisi? Coba ajak si kecil aktif merespon apa yang ditontonnya. Bukan hanya pasif dan diam. 

Ajak bernyanyi bersama. Ajak mengucapkan kalimat yang didengar. Jika usianya sudah diatas 3 tahun, cobalah ajak diskusi kecil tentang apa yang ditontonnya. Tanyakan hal-hal sederhana yang bisa mendorongnya untuk menceritakan kembali. 

4. Tegas dan jelas saat berbicara.

Cara Bunda mengucapkan sesuatu dengan jelas akan membantu anak mengingat kata tersebut. Ucapkan sebuah instruksi dengan jelas dan tegas. Contohnya: Dek, makan ya.  Bantu dengan menunjuk pada piring berisi makanan. Itu memberinya informasi bahwa sekarang waktunya untuk makan. 

Ucapkan kata dengan jelas dan benar. Hindari menggunakan bahasa anak, misalnya menyebut makan jadi mam,  susu jadi  cucu, mobil jadi obin. 

5. Mendongeng lebih sering. 

Jangan lewatkan kegiatan mendongeng sebelum tidur. Dongeng bisa menciptakan suasana hati yang menyenangkan bagi anak. Dari dongeng, Bunda juga bisa mengajarkan banyak hal terutama tentang  karakter positif. 

Semakin banyak anak mendengar, dia akan lebih mudah menyerap bahasa dan merangsang kemampuan bicaranya. 

Bunda juga perlu tahu cara mendongeng yang baik, supaya jadi lebih menyenangkan.  

6. Jangan bosan memberikan penjelasan pada banyak hal yang baru anak lihat atau alami.

Anak sebenarnya terus menantikan penjelasan Bunda tentang segala sesuatu, meskipun ia sedang diam memerhatikan. 

7. Jaga kontak mata saat berkomunikasi.

Jangan segan atau malas saat anak mengajak bicara. Lakukan kontak mata, biarkan dia merasakan bahwa Bunda mendengar apa yang diucapkannya.

8. Berikan instruksi yang beragam tingkat kesulitannya. 

Anak senang mengeksplor hal baru. Baginya, menjalankan tugas seperti bermain. Makanya jangan heran jika anak senang membantu pekerjaan Ayah Bunda. Contohnya mencuci mobil. Walaupun ujung-ujungnya hanya bermain air dan bikin becek di mana-mana.  😀 

Coba berikan instruksi yang berbeda-beda. Misalnya: "Dek, lap nya tolong bawa ke sini ya. Siramnya di sebelah sini aja". Ini akan membantunya memahami bahasa. 

9. Permainan mendengar dengan menutup mata. 

Misalnya ketika menonton serial televisi kesukaannya, ajak dia untuk menutup mata dan mengenali suara tokoh-tokohnya. Di sini Bunda sudah mengajarkan 3 hal sekaligus: mendengar, mengingat, dan berbicara. 

10. Rangsang anak untuk berani berbicara dengan orang lain. 

Pernah mengajak anak ke ke supermarket? Coba ajarkan cara berkomunikasi, misalnya di kasir, atau dengan SPG supermarket. 
Cara lain juga bisa dengan mengajarkan cara memberi salam pada orang yang lebih tua, bisa dilatih dengan saudara atau keluarga lain.

11. Ajak anak banyak bermain dengan teman seusianya. 

Komunikasi dengan teman sebaya akan mendorongnya aktif berbicara dan memahami bahasa. 

12. Jika Bunda sedang di luar rumah, cobalah untuk menelepon anak. 

"Halo.. halo.. Ini Adek ya? Ini Bunda." 

Masih ingat kapan Bunda terakhir menelepon si kecil? Kalau saat ini Bunda sedang di luar rumah, cobalah untuk menelepon. Rangsang kemampuan bicaranya dengan menanyakan kabarnya, apa yang sedang dilakukan, apa yang dirasakan, dan lain sebagainya. Gunakan kalimat sesederhana mungkin. Pembicaraan yang aktif akan membantunya juga lancar berbicara. 


melatih anak bicara

Itulah beberapa cara melatih anak bicara. Intinya, tidak ada kata terlambat merangsang si kecil aktif berbicara. Di sini peran Bunda sebagai orang tua sangat dibutuhkan. 

Bunda punya pengalaman seputar speech delay pada anak? Silakan share di kolom komentar ya Bun. ☺
Happy talking with your kids, Mom!

Sumber foto: Pixabay

COMMENTS

BLOGGER: 10
Loading...
Nama

Cerita Bunda,3,Dunia Anak,19,Jalan-jalan,3,Kecantikan & Kesehatan,11,Tips Dapur,5,Tips Praktis,2,
ltr
item
BacaanBunda: Jangan Terlalu Khawatir. Lakukan 12 Hal Ini Untuk Melatih Anak Bicara
Jangan Terlalu Khawatir. Lakukan 12 Hal Ini Untuk Melatih Anak Bicara
Semua orang tua pasti ingin buah hatinya memiliki perkembangan bicara yang normal. Normal berarti sesuai dengan umurnya. Kalau Bunda merasa anak terlambat bicara (speech delay), jangan terlalu khawatir. Mari cari tahu apa saja yang memengaruhi perkembangan bicara anak dan bagaimana cara melatih anak bicara.
https://1.bp.blogspot.com/-dZjxrmhXRQ0/WpzVp6G-icI/AAAAAAAAQXY/g968LquIbAAaZrT_sgupQuPgOxPey5qMgCLcBGAs/s640/melatih%2Banak%2Bbicara%2B-%2Bbacaan%2Bbunda.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-dZjxrmhXRQ0/WpzVp6G-icI/AAAAAAAAQXY/g968LquIbAAaZrT_sgupQuPgOxPey5qMgCLcBGAs/s72-c/melatih%2Banak%2Bbicara%2B-%2Bbacaan%2Bbunda.jpg
BacaanBunda
https://www.bacaanbunda.com/2018/02/cara-supaya-anak-lancar-bicara.html
https://www.bacaanbunda.com/
https://www.bacaanbunda.com/
https://www.bacaanbunda.com/2018/02/cara-supaya-anak-lancar-bicara.html
true
2070171022595136136
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy