Panduan Melatih Toilet Training Pada Anak.

Melatih toilet training pada anak sebenarnya tidak sulit jika kita tahu caranya. Prosesnya memang tidak instan karena si kecil butuh waktu untuk belajar. Jika Bunda sabar mendampingi, semua tahapan toilet training akan berhasil dilalui si kecil.

cara melatih toilet training pada anak


Melatih toilet training pada anak sebenarnya tidak sulit jika kita tahu caranya. Prosesnya memang tidak instan karena si kecil butuh waktu untuk belajar. Jika Bunda sabar mendampingi, semua tahapan toilet training akan berhasil dilalui si kecil.

Toilet training adalah proses melatih anak menggunakan toilet atau kamar mandi untuk  aktivitas Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK) layaknya orang dewasa. Anak akan belajar untuk tidak menggunakan popok sebagai media pembuangan. 

Toilet training biasanya dimulai ketika anak berumur 2 tahun. Di usia ini si kecil sudah bisa duduk dan berdiri sendiri. Ia mulai menunjukkan ketertarikan akan sesuatu hal dan sudah bisa berkomunikasi dengan kalimat sederhana sederhana. Juga terlihat dari tanda fisik, mental dan emosional anak.

Ciri Anak Siap Toilet Training

Kapan waktu yang tepat untuk memulai toilet training? Jawabannya bisa berbeda-beda, tergantung kapan Bunda dan si kecil sama-sama siap. 

Berikut ini ciri anak yang sudah siap untuk toilet training:

1. Sudah bisa memakai dan melepas celananya sendiri. 

Ini keterampilan dasar yang dibutuhkan anak untuk memulai toilet training. Ketika ia sudah bisa melepas celananya sendiri, akan lebih mudah untuknya melalui proses toilet training. Bunda bisa membantu dengan memberi celana yang mudah ia lepas dan pakai sendiri tanpa bantuan orang dewasa. 

2. Sering mengucapkan kalimat: Aku bisa..

Coba perhatikan seberapa sering si kecil menepis tangan Bunda dan berkata: Aku bisa..
Ia mulai menunjukkan kemandiriannya. Ia tertarik untuk melakukan sesuatu tanpa bantuan orang dewasa. 

3. Tahu bedanya buang air besar dan buang air kecil. 

Jika si kecil bisa membedakan mana BAB atau BAK, berarti ia sudah siap untuk memulai toilet training. Ia bisa menyebutkan pada Bunda dengan istilah sederhana seperti poop atau eek untuk menunjukkan BAB. Begitu juga dengan BAK biasanya dengan istilah piss.

4. Terlihat penasaran ketika Bunda sedang di kamar mandi

Si kecil mengikuti dan ingin tahu apa yang Bunda lakukan di kamar mandi. Ini kesempatan bunda untuk memperkenalkan fungsi kamar mandi yaitu selain untuk mandi juga untuk buang air besar dan kecil. Kenalkan fungsi toilet dan biarkan ia mencoba menekan flush toilet. 

5. Sudah bisa mengikuti instruksi sederhana. 

Jika anak sudah mengerti instruksi sederhana, ini pertanda bahwa ia mulai siap. Berikan instruksi sederhana seperti: kalau mau pipis bilang Bunda ya, atau kalau mau pipis celananya dibuka dulu ya. Instruksi ini perlu disampaikan berulang-ulang agar ia ingat. 

6. Ia terlihat tidak nyaman kalau popoknya kotor atau basah.

Semakin bertambah usia anak, ia semakin mudah merasa tidak nyaman kalau popoknya basah atau kotor. Itulah saatnya Bunda bisa mulai mulai melatih anak ke toilet. 

toilet training pada anak


Tips Sukses Toilet Training

Proses toilet training tidak instan. Si kecil butuh waktu beradaptasi dengan keadaan. Dukungan dan kesabaran Bunda benar-benar dibutuhkan dalam setiap tahapan toilet training. 
Berikut ini beberapa tips agar toilet training berjalan lancar: 

1. Lakukan secara bertahap.

Setiap anak butuh waktu yang berbeda-beda untuk memahami konsep toilet training. Ada yang cepat, ada yang lambat. Maka Bunda perlu melakukannya secara bertahap.

Lepaskan popok/ celana, dan si kecil duduk pada toilet selama beberapa menit. Kemudian minta ia untuk buang air kecil. Untuk mengalihkan perhatiannya, Bunda bisa memberi mainan kecil atau buku. Jika ia berhasil buang air, berikan pujian padanya. Tapi jika belum, tidak masalah. Paling tidak ia mulai tahu konsep toilet. Lakukan ini minimal sehari sekali.

2. Berikan instruksi berulang-ulang.

Penyampaian instruksi perlu dilakukan sesering mungkin. Coba katakan: Nanti kalau Adek mau pipis, langsung ke kamar mandi ya.
Ucapkan kalimat ini minimal 2 jam sekali ya, setiap hari. Cepat atau lambat, kalimat itu akan diingat anak. Ketika hasrat ingin buang air muncul, ia tahu apa yang harus dilakukan. 

3. Jangan marah jika si kecil terlanjur mengompol.

Jika terjadi "kecelakaan kecil" di mana ia terlanjur mengompol, Bunda tidak perlu marah. Bersihkan kotorannya, berikan senyum dan katakan ia bisa mencobanya lagi. Sabar ya Bun, memang prosesnya tidak instan kok. Bagaimanapun anak butuh waktu.
Marah hanya akan membuatnya takut mencoba lagi, takut mengulang kesalahannya. Akibatnya, proses toilet training bisa lebih lama

4. Pelan-pelan kurangi penggunaan popok.

Penggunaan popok bisa dikurangi secara bertahap. Mulai biasakan untuk tidak menggunakan popok di rumah, apalagi pada siang hari. Kenalkan fungsi celana dalam. Biasakan anak menggunakan celana dalam untuk beraktivitas sehari-hari, baik di dalam atau di luar rumah. Biarkan si kecil merasakan betapa tidak nyamannya jika ia buang air di celana yang ia kenakan.

5. Berikan pujian jika si kecil berhasil buang air besar di toilet.

Ketika ia berhasil bisa, berikan pujian: Wah, adik pintar. Bunda bangga loh. Pujian Bunda akan membuatnya senang dan ingin mengulang kembali. 

6. Kenakan pakaian sesuai yang dibutuhkan anak.

Dalam proses toilet training, anak butuh bergerak cepat dan mandiri. Sebaiknya kenakan pakaian yang tepat untuknya. Misalnya;
  • Celana/ rok yang mudah dibuka dan dilepas, contoh: yang berpinggang karet.
  • Hindari celana/ rok berkancing. Ini akan menyulitkan dan butuh waktu untuk membukanya. 
  • Hindari pakaian model jumpsuit, karena atasan dan bawahan menyatu. Model seperti ini sulit untuk ia lepas sendiri.

7. Jadikan ritual ke toilet sebagai kebiasaan

Biasakan si kecil ke kamar mandi sesaat sebelum tidur dan ketika baru bangun. Biarkan ini jadi kegiatan pertamanya. Dengan begitu, ia akan merasa ada yang kurang jika belum ke toilet sebelum tidur. Itu juga salah satu cara agar anak tidak mengompol.

8. Beri contoh cara membersihkan diri yang benar setelah dari toilet.

Berbeda cara cebok untuk anak laki-laki dan perempuan. Anak perempuan sebaiknya membasuh kemaluan dari depan ke belakang untuk mencegah penyebaran kuman.  Bunda perlu menunjukkan caranya pada anak. Biasakan juga untuk mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet.
Cara membersihkan toilet setelah digunakan juga perlu ditunjukkan. Ajarkan si kecil untuk menyiram dan menekan flush toilet sebisa yang ia mampu lakukan.

9. Perhatikan keamanan toilet.

Perhatikan segi keamanan juga ya Bun. Ini penting supaya toilet tidak berbahaya bagi si kecil. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:  
  • Memasang karpet anti slip untuk lantai kamar mandi.
  • Menjaga kebersihan kamar mandi jangan sampai lantainya licin.
  • Gunakan alas dudukan toilet dengan ukuran yang sesuai untuk si kecil. Bunda bisa membelinya di toko yang menjual perlengkapan anak. 
  • Perhatikan juga jangan sampai  si kecil memasukkan sesuatu yang kotor ke dalam mulut ketika di toilet. 

10. Lakukan dengan seru dan fun.

Butuh kreativitas dari Bunda agar tahapan toilet training bersama anak bisa berjalan dengan seru, suasananya fun dan ia pun semangat melakukannya. Beberapa cara yang bisa dilakukan misalnya:
  • Tempelkan stiker-stiker lucu di dinding kamar mandi.
  • Sediakan papan khusus untuk menempelkan stiker reward apabila si kecil berhasil menggunakan toilet dengan benar.  
  • Jika ia berhasil tidak mengompol di celana, Bunda juga bisa memberinya stempel lucu di tangan dengan gambar karakter favorit anak.

11. Lakukan dengan konsisten.

Pastikan seluruh anggota keluarga di rumah juga melakukan hal yang sama dalam mendukung toilet training si kecil. Termasuk juga si mbak asisten rumah tangga. Apalagi jika Bunda menggunakan jasa pengasuh anak. Pastikan ia mengerti semua tahapan toilet training yang Bunda lakukan. Ini penting supaya si kecil tidak tidak bingung. Kalau kebiasaan di rumah sering berganti-ganti, proses toilet training akan lebih lama. 

Peralatan Toilet Training 

Agar proses toilet training berjalan lancar Bunda perlu mempersiapkan beberapa perlengkapan berikut:

Dudukan toilet (potty seat)

Alas dudukan kloset agar si kecil bisa menggunakan wc ukuran dewasa, bentuknya portable, bisa dipindah-pindah. Pilih yang bahannya empuk agar nyaman untuk si kecil. Bahan perlaknya anti air dan mudah dibersihkan. Biarkan ia memilih motif sesuai tokoh kartun favoritnya agar ia tertarik menggunakannya.. 
toilet training pada anak
Gambar: pottytrainingconcepts.com

Training Pants.

Celana untuk melatih anak bisa lepas dari popok/ diaper. Pilih yang berkaret dan longgar supaya si kecil mudah melepas dan memasang sendiri. 

Celana ini bukan popok yang bisa menyerap pipis. Si kecil akan merasa basah atau kotor jika ia mengompol. Biarkan ia merasa tidak nyaman kalau celananya basah. Ia akan minta diganti segera. Dengan begitu, Bunda pelan-pelan bisa mengajarkan untuk pipis di toilet saja supaya celananya tidak basah.
toilet training pada anak
Gambar: closeparent.com

Potty Chair.

Untuk melatih anak posisi duduk di toilet, Bunda bisa menggunakan potty chair ini. Beberapa anak ada yang tidak membutuhkan perlengkapan ini karena bisa langsung belajar di dudukan toilet. 
toilet training pada anak
Potty chair

Seprai Anti Air

Seprai ini akan berguna sekali ketika si kecil ternyata mengompol di tempat tidur. Pipisnya tidak langsung menyerap ke kasur. Si kecil akan merasakan sensasi basah jika ia mengompol. Seprai ini juga mudah dibersihkan, bahannya lembut, nyaman untuk si kecil. Pelan-pelan ia akan bangun dengan sendirinya jika merasa ingin pipis.
toilet training pada anak
Foto: Tokopedia
Itulah beberapa tips toilet training pada anak. Toilet training bisa berhasil jika anak benar-benar siap. Tunggu sampai si kecil menunjukkan kesiapannya, dan berikan dukungan penuh padanya. Intinya jangan memaksa anak. Bunda  boleh mencoba memperkenalkan tapi tetap berikan ia waktu untuk berproses.

Bunda punya pengalaman atau tips lain cara melatih anak ke toilet?  Boleh share di kolom komentar ya Bun. Selamat mencoba tips di atas, semoga berhasil 😀 

Featured image: groupon.co.uk                 [Cari Artikel Lain? ##eye##] 

COMMENTS

BLOGGER: 5
Loading...
Nama

Cerita Bunda,5,Dunia Anak,19,Jalan-jalan,3,Kecantikan & Kesehatan,11,Tips Dapur,6,Tips Praktis,2,
ltr
item
BacaanBunda: Panduan Melatih Toilet Training Pada Anak.
Panduan Melatih Toilet Training Pada Anak.
Melatih toilet training pada anak sebenarnya tidak sulit jika kita tahu caranya. Prosesnya memang tidak instan karena si kecil butuh waktu untuk belajar. Jika Bunda sabar mendampingi, semua tahapan toilet training akan berhasil dilalui si kecil.
https://3.bp.blogspot.com/-BHus2UrCtwk/WtAHHbRGPpI/AAAAAAAAQvg/yYOsS1z4dCwiQCq58YSCr2javFNMhKllwCLcBGAs/s640/cara%2Bmelatih%2Btoilet%2Btraining%2Bpada%2Banak%252C%2BBacaan%2BBunda.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-BHus2UrCtwk/WtAHHbRGPpI/AAAAAAAAQvg/yYOsS1z4dCwiQCq58YSCr2javFNMhKllwCLcBGAs/s72-c/cara%2Bmelatih%2Btoilet%2Btraining%2Bpada%2Banak%252C%2BBacaan%2BBunda.jpg
BacaanBunda
https://www.bacaanbunda.com/2018/04/panduan-melatih-toilet-training-pada-anak.html
https://www.bacaanbunda.com/
https://www.bacaanbunda.com/
https://www.bacaanbunda.com/2018/04/panduan-melatih-toilet-training-pada-anak.html
true
2070171022595136136
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy